DEMI ANAK ISTRI, NYAWA DIPERTARUHKAN Dari kejauhan tampak sesosok manusia. Ia seperti terlilit kabel yang saling sambung menyambung. Sementara langit masih saja menyembunyikan sang pemberi cahaya di balik rimbunnya awan yang berjajar berarak.... Gelap pun mulai menghapus jejak siang.. Suhu dingin mulai terasa saat tetes demi tetes air turun, tak berdaya melawan gravitasi. Baca selengkapnya di http://anangku.blogspot.com/2010/02/kerja-keras.html
Tripel X... XXX. Ya! Susunan huruf tersebut memiliki makna yang tidak jauh dari sesuatu hal yang tabu untuk dibicarakan di blog biru ini. Hihii... Anda pasti bisa bereksperimen dengan sendirinya menggunakan keyword XXX tersebut di banyak mesin pencari. Apa yang anda dapatkan? Yup. Pasti hal-hal seperti foto bugil, video bokep, cerita panas seks, dan semua yang serba telanjang, mesum dan porno menjadi daftar tetap di halaman pertama semua mesin pencari lewat kata kunci tersebut. Nah, pemilihan nama nyeleneh dan diluar kebiasaan ini mungkin sebagai alat untuk menarik para calon konsumen. Read more at http://anangku.blogspot.com/2010/01/studio-foto-bugil.html
Di era kebebasan seperti saat ini, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan menyampaikan ekspresi. Semua keluh kesah yang ada pada otak masing-masing individu bisa disuarakan. Demokrasi membenarkan itu semua. Ada mekanisme untuk meluruskan apa saja yang bengkok. Hehe... Yup... Sistem pemerintahan yang bengkok tidak berjalan lurus sesuai rel yang telah disepakati bersama.
Keresahan dan kekhawatiran bisa muncul kapan saja ketika roda pemerintahan tidak berjalan dengan semestinya. Nah, diharapkan dengan dikeluarkannya pendapat rakyat ini maka pemerintahan akan kembali ke jalan yang benar. Ini yang diharapkan oleh rakyat, sang pemegang kedaulatan tertinggi menurut aliran ideologi demokrasi.
Read more at http://anangku.blogspot.com/2010/01/demonstrasi.html
Idul Fitri atau yang biasa kita menyebutnya lebaran perlahan telah meninggalkan kita semua... Rembulan pun sudah nampak semakin besar di langit malam menepikan semua dosa kita yang pernah hadir dalam kehidupan kita setahun yang lalu.. Membawa nuansa ketulusan dan kemaafan atas semua khilaf dan salah.... Hm... Banyak hal yang tersisa setelah lebaran ini. Setelah terbungkus rapi dalam memori dan ingatan akhirnya banyak cerita dan kenangan yang kembali tersembul saat keluarga besar berkumpul kembali dalam suasana lebaran nan fitri ini. Menikmati indahnya kebersamaan yang jarang sekali bisa terwujud pada hari-hari biasa. SMS ucapan selamat idul fitri dan lebaran yang menumpuk di genggaman, pada sebuah piranti elektronik bernama handphone. Sementara kita tak kuasa membalasnya satu per satu. Ini juga menjadi oleh-oleh khas saat lebaran datang. Keterbatasan fisik untuk bisa berkunjung ke rumah sanak, kerabat, kawan, sahabat dan handai taulan yang berada nun jauh disana bisa terwakilkan oleh pesan singkat yang datang bertubi-tubi... Hihi... Tahun ini penentuan lebaran agak telat ya.. Biasanya saat adzan maghrib berkumandang pada hari terakhir buka puasa diikuti dengan takbir yang bersahut-sahutan. Tahun ini masih harus menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. Hihi.. Jadi teringat dua tahun lalu saat mengalami momen 'takbiran yang tidak jadi' hihi... Sudah pada takbir ee ternyata hari rayanya diundur sehari.. Hihihi.. Yah... Begitulah... Fenomena mudik lebaran yang membuat ruas jalan menjadi penuh sesak dengan antrian kendaraan yang mengular menyemut.... Belum lagi arus balik yang selalu membawa aliran manusia-manusia baru di kota metropolitan yang kejam tapi bak gula yang selalu disemuti.... Kota yang sebelumnya sunyi senyap menjadi ramai kembali dengan penghuninya yang kembali dari kampung bersama wajah-wajah baru... Hihihi...  Kue dan jajan lebaran Masih banyak hal lagi yang tersisa dari lebaran.... Salah satunya adalah tradisi menjamu tamu dengan panganan dan kudapan khas saat lebaran.... Opor ayam dan ketupat semacam sudah menjadi salah satu menu yang wajib disantap sambil menikmati kebersamaan dengan saudara-saudara terkasih... Hihihi... Ohya, ngomong-ngomong soal ketupat dan opor ayam, sudah tahukah anda mengenai tradisi unik di Trenggalek, tradisi lebaran ketupat di Trenggalek? Sok, silahkan baca atuh.... Hm.. Bagaimana dengan anda, apa yang tersisa dari lebaran?
ARTI DIBALIK ANGKA 64 TAHUN KEMERDEKAAN Tak terasa bulan Agustus hampir usai, bulan kemerdekaan negeri yang memiliki bendera merah putih dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Sudah lebih dari 64 tahun bangsa Indonesia telah merdeka. Begitu banyak yang telah diraih. Kemajuan demi kemajuan bersanding dengan keterpurukan yang mewarnai enam puluh empat tahun kemerdekaan. Di posting ringan blog biru ini hanya ingin mengupas dibalik makna angka enam puluh empat. Ya, enam puluh empat tahun yang lalu bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Angka yang menjadi penanda bahwa 64 tahun telah dilalui setelah dwi tunggal Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di Pegangsaan Timur dulu...  64 Tahun Kemerdekaan RI Angka 64 sendiri memiliki makna dan peringatan bagi jalannya bangsa Indonesia ini kedepan..... Read more...
BERBURU UANG BARU MENJELANG LEBARAN Tradisi Serba 'Baru' di Hari Raya  Ada yang unik di Indonesia ini menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim dan mereka selalu menyambut hari kemenangan ini dengan penuh suka cita. Mereka menyambut hari lebaran dengan banyak cara, tapi sebenarnya masih dalam satu benang merah yang sama. Baru! Ya, baru.... Read more...
DIMANA PERAN POLISI ??? Yang Katanya Pengayom Rakyat Itu...  Di berbagai media massa entah itu media elektronik maupun media cetak kita biasa melihat banyak kejahatan yang muncul sebagai headline. Penculikan anak adalah salah satunya kejahatan yang termasuk di dalamnya. Hati orang tua mana yang rela melihat putra putri kesayangan yang mereka rawat dengan penuh kasih sayang dari lahir, kecil hingga tumbuh besar mengalami penculikan? Kemaren kebetulan di sebuah tayangan reality show yang tayang di TransTV tentang upaya pencarian terhadap seseorang, 'termehek-mehek'. Tayangan yang rating acaranya sedang populer saat ini menampilkan kisah penculikan seorang anak gadis berusia 5 tahun yang terjadi di stasiun kereta api Jakarta Kota. Anak kecil tersebut diculik segerombolan preman di kawasan stasiun tersebut, dan lantas dijadikan pengamen cilik. Read more here... http://anangku.blogspot.com/2008/09/sindikat-penculikan-anak.html
PANTAS ATAU BELUM PANTAS KAH ??? Seharusnya Bukan Masalah Pantas atau Tidak Tapi Boleh atau Tidak Boleh Menurut Peraturan ??Sebuah pemandangan mengerikan, horor dan mendebarkan berhasil saya jepret lagi melalui kamera handphone kesayangan saya. Sebenarnya foto ini saya ambil kira-kira sebulan yang lalu, atau lebih tepatnya selang beberapa hari setelah saya mendapatkan foto sopir angkot mengendarai angkotnya sambil bermain handphone. Nah, dibawah ini ada dua gambar atau foto unik lucu dan menarik yang saya abadikan dalam blog ini. Gambar pertama saya jepret ketika saya melintas di tengah kendaraan yang menumpuk dan berjejal berjalan lambat (sekitar 40km/jam) dalam deretan kemacetan di depan Universitas Surabaya (Ubaya) dekat taman burung menjelang lampu lalu lintas perempatan antara Jalan Ngagel Jaya Selatan dan Jalan Manyar. Read more at http://anangku.blogspot.com/2008/09/anak-kecil-menyetir-motor.html
SMS UCAPAN LEBARAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI Semakin majunya teknologi, dengan SMS kita bisa mengucapkan hari raya idul fitri dengan cepat dan praktis kepada banyak orang. Keterbatasan gerak dan waktu manusia untuk berkunjung ke banyak orang bisa digantikan dengan pesan pendek berupa SMS ucapan hari raya yang meluncur dari HP pengirim ke penerima. Read more here http://anangku.blogspot.com/2008/09/kumpulan-sms-lebaran.html
 | 911 | Sep 11, '08 3:46 AM for everyone |
Ah, tujuh tahun sudah berlalu.... Dua ikon kebanggaan Amerika menara kembar WTC pun berubah menjadi ground zero... Kenangan pun telah silih berganti... Saya tak mau membahas apa dan bagaimana dibalik peristiwa dahsyat itu... Tapi saya hanya ingin membahas waktu tepat pada saat terjadinya serangan terhadap gedung pencakar langit di kota Manhattan ini. Rabu pagi, tanggal 12 September 2001. Saya bersepeda pelan melewati sebuah gerbang. Tampak seorang dengan wajah yang sudah tak asing lagi. Wajah dengan kumis sekepal memakai baju putih celana hitam. Ia pun lantas aku sapa ramah. "Pagi pak, satpam!". Kukayuh sepeda menuju tempat parkir. Read more here:http://anangku.blogspot.com/2008/09/911.html
 | Roncar | Apr 25, '08 11:00 AM for everyone |
 | [DRAFT] "DRAFT" | Nov 14, '07 10:44 PM for everyone |
“Beli Orisinil, bukan bajakan”. Kira kira seperti itulah yang sering kita temui di cover cover kaset atau CD orisinil yang dijual di toko kaset macam D**a S***a.
Bagi saya, saya tidak perlu mencari tau tindakan apa saja yang bisa dikategorikan sebagai pembajakan. Tapi yang saya dapat ketahui dan fahami adalah kegiatan kegiatan yang lazim dikategorikan sebagai ‘pembajakan’ itu, terutama pembajakan kaset dan CD dapat berguna bagi kesegaran dan kemaslahatan jasmani rohani masyarakat Indonesia. Contohnya: harga kaset yang mahal (20.000 rupiah) membuat kita tidak bisa membeli keperluan sandang pangan kalau uangnya kita belikan kaset, dengan membeli produk MP3 yang dikategorikan sebagai barang bajakan, kita bisa menghemat uang, beli MP3 seharga 6.000 rupiah dapat lagu lagu dari album baru dan lagi ngetrend, atau album album kenangan yang sudah susah di temukan, ditambah lagi pengoprasiannya yang simpel, tinggal di copy ke komputer atau MP3 player, kita dapat mendengarkan lagu lagu yang kita sukai kapan saja. Sisa uang empatbelas ribu rupiah bisa kita belikan bensin buat kendaraan bermotor kita, beli nasi bungkus, atau mau di belikan camilan dan minuman ringan, atau di bawa ke warnet dan kemudian mencari hal hal berguna seperti info jatuhnya Adam Air, atau info banjir di Jakarta Daripada harus membeli kaset, apalagi beli CD orisinil yang harganya bisa sampai 50.000 rupiah.
Sadar atau tidak, para pembuat dan penjual MP3 bajakan telah banyak berjasa menolong rakyat Indonesia untuk bisa melestarikan seni, terutama seni musik, karena yang paling banyak dibajak adalah kaset dan CD. Tanpa perlu mengeluarkan uang banyak, atau menabung dulu supaya bisa beli kaset atau CD, mayarakat bisa menikmati karya karya seni anak bangsa ataupuin karya seni orang luar negeri.
Kalau para orang orang yang sering dikategorikan sebagai pelaku industri musik sering protes, tolong introspeksi dulu. Kenapa anda anda sekalian para pelaku industri musik harus menjual produk anda dengan harga mahal? Kenapa anda harus ikut ikutan terjerumus dengan sistem kapitalisme dan imprealisme yang menyengsarakan golongan menengah kebawah? Kenapa anda harus mengambil keuntungan dengan merugikan pihak lain? Wajar kalau kemudian pihak lain mengambil keuntungan dari anda dan merugikan anda.
Pelaku industri musik akan berkata bahwa mereka ingin hak cipta mereka dilindungi, kemudian para produser rekaman dan pemilik perusahaan rekaman akan berkata bahwa mereka harus menutup ongkos produksi yang mahal, belum lagi pajak yang dibayarkan dimuka kepada pemerintah. Darimana mereka mendapat untung kalau bukan pasang harga yang mahal?.
Kalau begitu, yang salah adalah pemerintah, kenapa pemerintah Indonesia tidak bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya sehingga harga harga kaset dan CD terkategori sebagai mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia? Kenapa harus menarifkan pajak yang mahal kepada pelaku industri musik sehingga mereka harus menutup biaya yang katanya biaya produksi dengan memasang harga tinggi?. Buat apa pemerintah memasang pajak tinggi kalau uangnya cuma memperkaya para koruptor, bukan mensejahterakan kehidupan rakyat Indonesia? Seandainya saja para pelaku industri musik itu tidak usah dikenai pajak, harga jual kaset dan CD jadi murah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi beli barang bajakan, bahkan tidak perlu lagi membajak produk orang lain.
Kalau saja pemerintah Indonesia bisa menyediakan lapangan kerja, pendidikan bermutu tinggi dan murah, takkan ada oknum yang disebut ‘pembajak’ itu. Oknum yang dicap ‘pembajak’ itu mungkin akan lebih asyik dengan pekerjaan tetapnya yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya ketimbang membajak produk orang lain, kalau para pemuda dan sarjana tidak menjadi pengangguran, mereka tak sempat lagi berfikir untuk menjadi pembajak, lebih baik mereka mencari pekerjaan yang memang mudah didapat. Para penjual CD bajakan juga tak perlu lagi berjualan kalau mereka punya modal ilmu pengetahuan, ijasah, kemudian pekerjaan lain yang menanti mereka ketimbang menjadi penjual barang bajakan Para musisi juga tak perlu takut lagi untuk berkarya, karena mereka akan yakin bahwa hasil karya mereka akan bisa dinikmati masyarakat tanpa harus dibajak.
Kalau saja pemerintah mampu mensejahterakan kehidupan masyarakatnya, harga kaset dan CD tidak akan dianggap mahal, kalau kekayaan negara ini dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, yang imbasnya mencari duit “Halal” menjadi lebih mudah ketimbang mencari duit yang ‘mengandung lemak babi’, bukan seperti keadaan ekonomi sekarang ini, dimana mencari rezeki yang ‘mengandung lemak babi’ saja susah, apalagi mencari rezeki halal. Maka masyarakat akan lebih memilih untuk membeli barang orisinil yang tentunya harganya terjangkau, dengan kualitas bagus pula.
Jadi menurut saya, pemerintah memang harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maraknya pembajakan yang terjadi. Bukan hanya masalah pembajakan yang akan terpecahkan jika apa yang saya bayangkan di atas benar benar terjadi, yang namanya busung lapar, demam berdarah dan berbagai penyakit jasmani lainnya akan dapat diminimalisasi, angka kriminalitas pun tentunya akan berkurang, karena para pencopet dan penjambret sudah dapat pekerjaan yang halal, para perampok dan penodong sudah punya pendidikan cukup buat melamar pekerjaan yang memang banyak tersedia, residivis yang keluar dari tahanan bisa memulai hidup baru yang bersih dengan mendapat pekerjaan halal, tanpa harus berfikir melakukan lagi tindakan kriminal yang akan mengirim mereka kembali ke rumah tahanan. Dan masyarakat sedang asik menikmati lagu lagu indah, lagu lagu cengeng atau pun lagu lagu keras tanpa sempat terfikir untuk membeli barang bajakan.
Selama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terlaksana, pembajakan dan para pembajak akan terus terjadi, dan selama itu pula para pembajak itu berfungsi sebagai oknum yang turut mensejahterakan kehidupan bangsa, menolong rakyat Indonesia yang konsumtif dan haus akan hiburan untuk dapat menikmati hiburan murah meriah, sehingga mereka dan kegiatannya tidak bisa dianggap sebagai kriminal. Apakah menyenangkan dan memuaskan orang lain itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum?
Lagi pula, Rasulullah saja tidak pernah pasang tarif buat sabda sabda beliau yang sangat berfaedah itu, pernahkah beliau melarang sabda beliau diperdengarkan dan disebarkan kepada orang lain? Pernahkah beliau minta agar setiap satu sabda beliau harus dibayarkan royalti dan pajaknya dulu baru bisa didengar, dibaca, dipahami dan diresapi oleh orang lain? Beliau juga setahu saya tidak pernah menentukan berapa harga jual nasehat nasehat dan anjuran beliau, malah beliau akan senang bila umatnya bisa mendengarkan dan mengetahuinya, beliau senang bila ada yang menyebarkannnya, asal tetap mencantumkan sumbernya yaitu Nabi Muhammad Rasulullah SAW, jangan membelokkan apalagi memutarbalikkan fakta, bukan pula mengakuinya sebagai materi yang di ciptakan oleh si penyebar.
Masa para seniman yang menjual karya yang kadang kadang tidak mendidik dan tidak bermutu itu harus minta harga? Dan kenapa juga pemerintah harus ikut ikutan memasang pajak buat mereka? Biarkan saja mereka berkarya, pemerintah tak usah ikut menentukan berapa harga jual karya mereka, apalagi turut mengambil, atau lebih tepatnya merampok para seniman dengan yang namanya pajak dan akhirnya masyarakat yang harus menanggung biaya yang katanya biaya produksi dan royalti itu. Para seniman yang sekarang sudah kaya juga ga usah minta para pembajak di basmi, lebih baik menciptakan karya yang berguna, berfaedah, bermanfaat, nyaman dinikmati, atau karya yang mengkritisi dan memberi saran buat pemerintah supaya bisa jadi pemerintahan yang baik dan benar serta bebas Kura Kura Ninja. Dan kalau mau pasang harga, jangan mahal mahal dong, anggap saja kami para penikmat karya anda memberikan uang jasa buat anda yang sudah susah berkarya, jangan kami di kenai harga yang kadang kadang bisa melebihi jatah belanja seminggu, apalagi harga tiket konser yang kadang kadang lebih mahal dari gaji sebulan, lebih baik kami hargai jasa anda yang telah menghibur kami sesuai kerela’an kami, seikhlas dan semampu kami, dengan begitu anda senang dan puas karya anda bisa diterima dan digemari masyarakat (seperti yang sering dikemukan para seniman saat ditanya apa harapannya terhadap karyanya), kami sebagai konsumen pun puas dan senang, bisa dapat hiburan dan kesenangan dengan harga yang pas !
Dikutip dari Generasi Biru
 Siapa sekarang yang tidak mengenal seorang Tukul Arwana. Seorang yang nyentrik dengan rambut cepak dan kumis tipis yang tetap dipelihara hingga panjang seperti kumis ikan Arwana. Yup! Saat ini dia menjadi begitu fenomenal sejak menjadi pembawa acara sebuah acara bincang-bincang di Trans7, Empat Mata. Namanya langsung melejit dalam jajaran artis papan atas Indonesia hehe.. Wajahnya dan aksinya yang khas dan banyolannya yang mengalir lancar dan sekenanya pun sekarang menjadi lebih sering muncul dan menghiasi layar kaca. Tukul yang sebenarnya memiliki nama asli Rianto ini tiba-tiba menggebrak dunia hiburan tanah air dengan acara bincang-bincang Empat Mata. Acara Empat Mata ini memiliki jargon "Kembali ke Laptop" ini. Memang karena pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada bintang tamu di acara ini semua berasal dari senjata utamanya yaitu sebuah laptop, meskipun sering kali kebingungan saat error dan dia tidak bisa memperbaikinya. Namun, dibalik itu semua Tukul alias Reynaldi ini mampu membuktikan bahwa tampang atau fisik bukanlah segalanya. Biarpun tampang ndeso alias kampungan tapi dia mampu membawakan acara ini dengan baik, lewat banyolannya yang quick thinking and quick response dan dengan kepolosannya mampu menggelitik banyak pemirsanya. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan pembawaannya yang ndeso tidak ditutup-tutupi, justru tampil apa adanya dengan rasa percaya diri yang super!! Inilah yang membuat Tukul mampu mengkombinasikan acara bincang-bincang dengan humor dan lawakannya yang keluar begitu saja. Kesalahan pengejaan dalam bahasa Inggris dan keluguan seorang Tukul sebagai seorang yang kampungan acap kali muncul dalam acara tersebut, namun inilah yang menjadikan acara ini begitu sangat menarik. Lawakannya terkesan tidak dibuat-buat dan mengalir begitu saja secara alami. Slogan-slogan "Tak sobek-sobek mulutmu", "Fish to fish", "Puas, puas??!!", "Kembali ke laptop" dan yang lainnya mungkin menjadi sangat familiar saat ini di telinga pemirsa Empat Mata. Berikut ini kutipan perjalanan seorang Tukul Arwana yang saya ambil dari Wikipedia: Tukul Arwana adalah pelawak dari Perbalan Semarang. Pada waktu muda, Tukul sering tampil melucu di panggung tujuh-belas agustusan, dan Tukul pernah mencari nafkah sebagai sopir omprengan di Semarang. Tukul hijrah ke Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo.
Lontang-lantung di kontrakan di bilangan Blok S Jakarta Selatan Tukul banyak dibantu Joko dewo untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan, Tukul menikah dengan gadis berdarah Padang bernama Susi dan mempunyai anak semata wayang, bernama Vita.
Setelah menikah Tukul dan keluarga tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa dan lain-lain.
Nasib mujur Tukul semakin mengental ketika diajak main Lenong Rumpi oleh Ramon Tommybens. Dan titik balik karir Tukul mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip Air dengan icon diobok-obok-nya.
Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika TPI mempercayakannya Tukul menjadi Host acara musik “Aduhai” dan Acara “Dangdut Ria” di Indosiar. Dan namanya kian melesat sekarang ini ketika TV 7 Mempercayakan menjadi Host Talks show “Empat Mata”.
Jika dulu Tukul tinggal di kontrakan, sekarang Tukul sudah memiliki 3 rumah kontrakan dan 2 rumah besar di Cipete Utara. Di rumahnya Tukul mengumpulkan teman-teman seniman pelawak dari daerah dan membuat markas kecil ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Markas kreatif ini dinamakan Posko Ojo Lali.
Hujan rupanya sudah bosan turun di kota Surabaya ini. Setelah beberapa minggu kemaren hujan turun dengan frekuensi yang lumayan teratur, hampir tiap hari hujan sampe saya sering flu dan bersin, saat ini 'kemarau' nampaknya datang lagi. Yup, secara resmi hujan turun terakhir seminggu yang lalu. Kini suasana panas dan berkeringat selalu mewarnai hari-hari di Surabaya saat siang hari jika berada di luar ruangan. Yah... Namanya juga Surabaya... hehehe.. Matahari tetap menampakkan dirinya, menyelinap di antara sekumpulan awan yang menggantung di angkasa. Apa mungkin ini gara-gara pawang-pawang hujan yang disewa oleh Lapindo agar intensitas hujan yang turun bisa berkurang sehingga lumpur tidak semakin merajalela melahap pemukiman warga atau kawasan perumahan lainnya? Hehehe... Jadi imbasnya juga ke Surabaya, hujan jadi jarang turun?
 Tampilan Anang's Friendster Overlay akan muncul beberapa detik (sekitar 30 detik, tunggu aja ya sampe muncul... tapi jika koneksi anda lancar maka ga butuh waktu lama untuk muncul) setelah tampilan Friendster yang biasa jika browser anda di support Flash Plugin Anang's Friendster : http://www.friendster.com/anangku
Wah ada untungnya juga pake IM3... Program Poin Plus-Plus Indosat ini sangat membantu sekali. Kemarin saat ban bocor di suatu daerah yang terpencil, jauh dari keramaian dan daerah pemukiman warga, saya memanfaatkan program terbaru dari Indosat ini.
Saat itu pulsa IM3 saya tinggal 85 perak! Bayangkan, saat anda kepepet dan ingin menelepon atau kirim SMS sekedar konfirmasi kepada seseorang yang sedang menanti anda... Kebetulan saat itu saya sedang menjemput seseorang yaitu ayah saya tercinta...
Dan di tengah jalan... Buzzz... Ban belakang motor saya bocor... Terpaksa dorong motor ke pemukiman terdekat, mungkin jaraknya sejauh dua kilometer... Kiri kanan sawah membentang luas, dan matahari siang sedang panas-panasnya menyinari bumi ini... Sambil ngos-ngosan terpaksa dorong motor dengan keadaan ban belakang sudah kempis... Gobyos kabeh awakku malihan.. Huhuuhu.. Tapi di dalam hati bingung bagaimana mo ngabarin ayah yang sedang menunggu jemputan sementara posisi saya seperti ini adanya... Duh, piye iki? Ingin menghubungi siapapun ga bisa... Ah, seandainya bisa ilmu telepati... Huhuhu...
Sampe tempat tambal ban, pikiranku melayang jauh menerawang keadaan sang ayah yang menunggu diriku ini menjemputnya... Bagaimana nasib anakku ini kok lama sekali datangnya.. Ada apa gerangan di perjalanan...? Begitu mungkin pikir ayahku... Kulihat lagi sisa pulsa di HPku... Masih 85 rupiah (berharap keajaiban nih)... Beli voucher isi ulang, ah diriku lupa tidak membawa uang... Lagian di situ kan daerah terpencil hehe... Mau telpon ayah ga bisa.. SMS pun ga cukup... Akhirnya.. Cling... POIN PLUS-PLUS...!!!
Yup.. Saya baru kepikiran poin plus-plus saya kan sudah lebih dari cukup untuk ditukarkan pulsa... Langsung kutukar poin plus-plus dan saat itu pula pulsa 3000 rupiah meluncur ke HPku... Terima kasih INDOSAT...
Ada untungnya juga ya pake Indosat... Hidup IM3...
| |